Showing posts with label Remaja. Show all posts
Showing posts with label Remaja. Show all posts

Tuesday, January 6, 2015

Lari dari Masalah


Ketika masalah datang melanda dan kita berada diujung kelelahan. Ada dua yang menjadi pilihan, kita menghadapi masalah atau kita lari dari masalah itu. Inilah yang dihadapi saya sekarang. Saya merasa mengalami banyak masalah khsusunya di organisasi. Faktor utama yang membuat masalah saya menganga lebar, adalah kemalasan saya yang kerap kali muncul, yang membuat pekerjaan menjadi terabaikan: menunda-nunda. Dalam tulisan ini saya merenung dan semoga menginspirasi.

Hidup tidak akan terlepas dari masalah, dan bila hidup tidak ada masalah berarti harus ditanyakan kehidupannya? Apakah ia benar-benar hidup atau hanya sekedar menampang nama dikehidupan? Saya sempat berpikiran begini, andai kalau hidup tanpa masalah pasti akan senang, tapi apakah benar seperti itu?

Inilah yang namanya hidup. Kita harus berani menghadapinya dengan kondisi apapun. Berani, kata yang seyogyanya tertanam dalam insan masing-masing. Ketika kita pergi dari masalah maka tak lain kita adalah pengecut. Kita adalah bajingan yang pengen enaknya saja. Menghidari masalah dan memberi masalah kepada orang lain.

Pelarian dari masalah ini berpengaruh besar terhadap cita-cita kita. Ketika kita ingin menjadi seorang guru teladan, maka kita harus mengajar. Kemudian timbulah masalah baik itu siswa kepada kita, guru, atau siswa kepada siswa lagi. Kalau tidak digeluti dengan kesabaran dan keikhlasan tak ayal kita pasti menghilang, menjauhi masalah itu. Lalu impian kita sirna.

Para pembisnis yang maha kaya pun tak lepas dari berbagai masalah. Bahkan seorang Nabi pun yang dijamin oleh Allah, tak lepas dari masalah. Jika dipikir-pikir masalah yang kita hadapi sekarang hanyalah masalah kecil namun kita menganggap hal itu sulit karena kita enggan menghadapinya. Kita ingin selalu berada di zona nyaman. Kita tak ingin keluar karena sudah enak.

Pepatah mengatakan pelaut yang ulung tidak lahir dari lautan yang tenang. Hal itu berarti orang-orang yang hebat tidak lahir dari orang-orang yang tenang-tenang saja, biasa-biasa saja, yang kalau ada masalah pergi. Tapi orang-orang yang berani menghadapi masalah dengan apapun resikonya. Karena masalah yang kita hadapi sesunggunya mendewasakan kita juga.

Disisi lain kita juga harus menyandarkan masalah kita kepada Allah. Akhirnya, kita harus sedari setiap masalah ada solusinya. Jangan taku dan jangan cemas. Hadapi saja.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):` Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir `.(QS. 2:286)

Saturday, December 27, 2014

Jangan buka Jilbabmu di Facebook, Nisa.


Hampir setiap hari hari saya membuka facebook dan saya juga menemukan keganjilan disana. Keganjilan saya muncul ketika melihat beranda. Banyak photo yang entah siapa, saya tidak kenal, berserakan. Karena hampir moyoritas yang berteman dengan saya orang-orang muda maka kawan bisa tebak. Fotonya itu aneh—alay.

Kalo sekedar poto alay tapi nggak mengundang hasrat mungkin bisa ditolelir. Tapi yang membuat saya ironi adalah foto-foto yang setengah-setengah, maksudnya di kerudung tapi seksi atau buka kerudung padahal keseharian pakai kerudung.

Kita tahu bersama facebook atau sosial media lain adalah tempat umum dan setiap orang bebas melihat. Klik nama seseorang di pencarian muncul deh profil. Orang yang iseng biasanya liat foto-fotonya. Lelaki biasanya.

Kalau saya analogikan, facebook, twitter, atau medsos lain seperti pasar. Sedangkan kita adalah tokonya yang menjajakan tulisan-tulisan pendek. Baik pasar maupun kita di media sosial, setiap orang boleh berkunjung ke akun kita, dan setiap orang bebas mengomentari apa yang kita posting. Kalau postingannya baik mungkin orang yang baca juga akan sadar dan begitu juga sebaliknya. Perbedaannya kalau di medsos hanya beberapa orang saja yang hidup (baca: aktif) dalam waktu bersamaan sedangkan pasar banyak orang dalam satu tempat.  

Memang hak setiap orang memposting apa saja di facebook. Namun alangkah baiknya dan mungkin dianjurkan agar tidak buka aurat atau membuat orang yang melihat, shawatnya bergolak. Eksis sih boleh tapi harus ada batasan. Hal yang sering saya lihat yaitu banyak yang buka kerudung. padahal kan menutup aurat adalah wajib, Al-Quran juga sudah menjelaskan,

"Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Surah Al-Ahzab, ayat 59)

Jadi, dimanapun nisa—perempuan—berada jangan sampai membuka kerudung, kecuali di tempat yang yang orang di sekitar nisa itu mahram atau lagi sendiri di kamar. Jangan karena ingin dipuji atau hanya sekedar komentar dari temen entah itu cowok atau cewek. Ingat nisa, penilaian manusia itu sementara dan mungkin saja mereka berbohong sedangkan penilaian Allah mutlak kebenaranya dan tidak mungkin bohong. Bukankah hidup kita untuk Allah dan kita akan kembali kepada Allah? Sadar nisa, sadar.

Waallahualam bii shawab

Thursday, December 25, 2014

Hentikan Memikirkan "Cinta"


Hidup memang tak terlepas dari kata ini “Cinta”. Dan kebanyakan dari kita, termasuk saya cinta identik dengan lawan jenis—dalam arti memikirkan. Manakala segala bayangan itu membuat kita galau bukan kepalang. Senyum-senum sendiri, teriak-teriak sendiri, menangis sendiri, dan melihat diri dalam cermin dengan muka kusut sendiri.

Sadar atau tidak saya atau anda pernah di gerumuti perasaan tak menentu, hanya memikirkan dia, yang entah siapa, yang selalu kita angankan dalam mimpi-mimpi. Disisi lain tanpa kita sadari kesibukan bertambah banyak, seperti tugas yang tak kunjung dikerjakan, atau sekedar pekerjaan rumah yang tak kunjung ditunaikan. Semuanya terabaikan.

Memikirkan cinta (baca:lawan jenis) membutuhkan enegi. Gawatnya lagi ketika saya atau anda terbawa suasana dan masuk dalam bayangan semu itu. Tak tahunya energi kita terkuras bahkan habis. Sedangkan pekerjaan lain menunggu untuk diselesaikan. Dengan dalil lelah akhirnya kita bermalas-malas ria sembari terus memikirkan si dia.

Waktu semakin luntur tergerus, kadang kita mengambil gitar dan menyanyikan beberapa tembang tentang cinta. Keefektifan waktu kita untuk beraktifitas dipertanyakan. Apalagi setelah kita bermain gitar, kemudian melamun sendiri menatap tembok atau jendela, menatap kosong.

Sadar!! Sadar!!!

Sebagai manusia kita juga mestinya berfikir logis, mau apa dan seperti kita kedepan. Energi yang kita punya sebaiknya salurkan pada hal-hal positif yang mendukung cita-cita kita. saya juga menyadari saya tidaklah seperti itu—yang selalu idealis tentang cita-cita. namun, saya hanya sayang dirisaya dan anda sebagai teman saya: mengingatkan. Terlalu sayang energi yang kita punya dibuang dengan melakukan khayalan-khayalan yang  tidak bermutu. Apalagi ditambah membanting beberapa barang disekitar ketika kesal karena bunga tak kunjung mengembang. Sangat merugikan.

Hanya sekedar saran. Untuk meredam gejolak dalam diri. Sebaiknya kita menyibukan diri dengan hal lain seperti yang saya bilang tadi, hal positif. Seperti membaca buku, olahraga, atau berdiskusi—bukan gosip—dengan teman. Jangan biarkan bayangan itu muncul dan kita menjadi pemenung. Saya dan anda yang mengalami nasib sama, harus menahan dan mencoba sekuat mungkin untuk tetap tegar dengan segala aktivitas yang prodktif.

Hal lain yang perlu diingat. Membayangkan sesuatu yang belum halal bisa termasuk ke dalam ranah dosa. Apalagi memikirkan hal-hal jorok dari pujaan. Mungkin teman mengerti maksud saya. udah dosa, waktu terbuang, jadi males, dan susah untuk bergerak. Ah, bagiamana bisa survive. Justru di sisi lain, gemuruh cinta itu harusnya menjadi pemacu kita beribadah kepada-Nya dan kita benar-benar serius memantaskan diri. Terakhir, masalah cinta kita kembalikan saja kepada Sang Maha Cinta, Allah Swt. Wallahualam bii shawab.

Sunday, December 21, 2014

Efek Negatif Begadang


Kurang tidur adalah aktivitas yang hampir setiap orang pernah merasakannya. Kurang tidur disebabkan oleh begadang. Begadang adalah pengurangan porsi tidur untuk digunakan aktivitas lain seperti mengerjakan tugas kuliah/kantor atau hanya nonton bola atau main game.

Bila hanya begadang sesekali mungkin tidak akan terasa perubahan pada tubuh. Bila begadang dilakukan secara berkala maka efek negatif baru dapat dirasakan. Sayangnya, hampir setiap orang mengabaikannya, termasuk saya, Mahasiswa. Efek Negatif begadang sama bahaya dengan terlalu banyak tidur  dan tidur pagi .

Berikut adalah beberapa efek negatif begadang, adalah:

1.       Daya Tahan Tubuh Melemah

Kurang tidur dapat menyebabkan imun tubuh turun. Akibatnya daya tahan tubuh melemah. Penyakit yang biasanya menyerang adalah flu dan batuk. Selain itu, dapat mengakibatkan konsentrasi kabur saat belajar atau bekerja.

2.       Tampak Lebih Tua

Kurang tidur menyebabkan muka terlihat lebih kusut dan mempunyai gurat mata yang jelas. Menurut Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson, bahwa hal ini diakibatkan oleh peningkatan kadar korlistrol yang dapat memperlambat produksi kolagen. Kolagen adalah zat tubuh yang mempengaruhi kencang kendurnya kulit.

3.       Resiko Terserang Kanker Lebih Besar

Para ahli jepang talah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa orang yang kurang tidur memproduksi hormon melatonin berkurang, yang mana hormon melatonin ini berpengaruh kepada besar kecilnya serangan kanker.

4.       Diabetes

Hal ini dipengaruhi oleh resistensi insulin yang tinggi dala tubuh karena kurangnya tidur. Dengan kata lain orang yang sering begadang mempunyai resistensi insulin yand tinggi. Jika insulin tidak semuanya digunakan tubuh maka resiko terserang diabetes pun meningkat.

5.       Stroke

Menurut penelitian orang yang kurang tidur akan mempunyai resiko sroke empat kali lebih tinggi.

6.       Naiknya Nafsu Makan

Kurangnya tidur disadari atau tidak dapat menyebabkan obesitas yang dipengaruhi hormon leptin. Leptin adalah hormon yang bisa menekan nafsu makan. Kurangnya hormon leptin dapat meningkatkan nafsu makan menjadi tinggi. Kekurangan hormon leptin ini biasanya diderita oleh orang yang kurang tidur. Disisi lain kegemukan/obesitas juga menyebabkan resiko diabetes menjadi tinggi.

Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh University of Washington. Mereka menyatakan orang yang tidur 7-9 jam setiap malam, rata-rata indeks massa tubuh 24,8, hampir 2 poin lebih rendah daripada rata-rata Body Mass Index (BMI) mereka yang kurang tidur.

7.       Strees

Kekurang tidur dapat menyebabkan stress, yang disebabkan oleh meningkatnya hormon kortisol atau sering disebut dengan hormon strees. Pernyataan ini hasil penelitian Universitas Chicago. Dan sebenarnya mempunyai hubungan erat dengan hormon insulin, yang memcu diabeters. Selain itu dapat menimbulkan rasa resah karena tidur berkualitas buruk, yang tidak semestinya.



Saturday, December 20, 2014

Peran Seorang Guru


Hari ini, saya mengambil artikel Jumat berjudul “Peran Seorang Guru” yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Sofyan Sauri, M.pd. Isi dari artikel itu bercerita mengenai apa itu guru dan bagaimana guru pada zaman Rasullulah dan kejayaan Islam. Setidaknya ada tiga macam arti kata guru dalam islam, yaitu murrabi, mu’alim, dan mu’addib. Kata murrabi mempunyai arti pemeliharan baik fisik maupun spiritualitas. Mu’alim adalah kata lain dari makna pengajaran. Sedangkan mu’adib adalah prilaku yang dibentuk (karakter).

Dalam artikel ini juga dijelaskan, kurang lebih, bahwa guru haruslah menyadarkan dan mendekatkan peserta didik kepada Allah Swt, tidak hanya aspek pengetahuan saja yang dibagun tapi aspek akhlak dan keterampilan juga perlu diperhatikan.

Keutamaan seorang guru dijelaskan dalam ayat Al-Quran yang berbunyi:
“Dialah yang telah mengutus seorag rasul dari kalangan mereka ke tengah umat yang ummi yang membacakan kepada mereka tentang kitab dan hikamah padahal mereka sebeumnya ada pada kesesatan yang nyata”

Rujukan utama pendidikan islam adalah pada zaman nabi. Ketika nabi dengan luar biasa mengubah kebiasaan masyarakat jahiliyah arab menjadi masyrakat yang cerdas dan berfikir cemerlang. Nabi adalah guru dari segala guru: Maha guru. Tentu menjadi teladan kita sebgai umatnya, apalagi yang menempuh kuliah di bidang pendidikan atau yang bercita-cita menjadi pendidik.

Hal tersebut disokong dengan pernyataan seorang ahli pendidikan An-Nahlaui yang menjelaskan mengenai sifat seorang guru. Pertama, harus Rabbani. Kedua, harus mensempurnakan sifat Rabbaniyah. Ketiga, mengajarkan ilmu dengan sabar. Keempat, memiliki kejujuran. Kelima, harus berpengetahuan luas. Keenam, harus cerdik dan terampil. Ketujuh, harus mampu bersikap tegas. Kedelapan, harus memahami sikap anak didik. Kesembilan, harus peka terhadap realitas kehidupan. Kesepuluh dan terakhir, harus bersikap adil.

Sepintas memang artikel ini bagus dan sangat baik, mengajarkan kita bagaimana kita berprilaku sesuai dengan Rasulullah. Namun ada yang mengganjal dihati saya ketika semua sikap yang harus dimiliki guru itu harus dimiliki oleh guru sekarang. Apalagi harus mencakup tiga aspek murrabi, mu’alim, dan mu’addib, yang bila dipikirkan kemudian dikaitkan dengan realitas saat ini, maka sangat jauh. Walaupun tentu kita harus optimis.

Artikel ini menurut saya hanya menjelaskan perkara cabang saja, yaitu buah saja. sehrusnya yang menjadi sorotan adalah pola atau sistem yang bagaimana membentuk model guru seperti ini. Kita tentu mengindra fakta. Ketika pendidikan kita ingin memunculkan manusia yang berkualitas dan pemimpin peradaban, maka jalur yang ditempuh harus sama dengan apa yang dijalankan Rasul. Beda jalan pasti beda hasil apalagi dengan menggunakan cara-cara yang tidak Islami. Bagaimana kita mengharapkan para pemikir ulung seorang mujahid apabila pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan sekuler? Hal ini bagai mimpi disiang bolong.

Pembenahan yang harus dilakukan, yang paling urgen menurut saya, bukan seperti apa guru yang bagus dan berakhlak. Tapi bagaimana cara membuat sistem yang baik sesuai dengan tuntutan Rasulullah dan didasarkan pada akidah islam yang benar melalui AL-Quran dan Hadis. Hal ini tentu harus ada penjabaran lebih lanjut mengenai sistem pendidikan yang islami, karena toh Al-Quran dan Hadis hanya sebagai pondasi dasarnya saja, sedangkan bangunannya harus dirancang oleh orang yang mengerti.

Untuk kita selaku generasi muda jangan takut dan gentar mempelajari Islam. Bukakah kita sudah mengazamkan diri akan masuk kepada islam? Dan bukankah masuk pada islam itu jangan setengah-setengah?

Memang saya tidak menafikan, ada saja orang yang hebat lahir dari pendidikan yang kurang tertata dan mendekati bobrok, namun jumlahnya sedikit, apalagi yang mengerti tentang islam. Sangat sulit ditemukan. Jadi, jangan sampai kita bermimpi disiang bolong, karena hdiup ini terikat dengan kaidah kausalitas. Jika A maka B. Begitu pula, jika kita menerapkan pendidikan sekuler seperti saat ini, maka output yang dihasilkan akan sekuler juga. Jika kita menerapkan pendidikan seperti zaman Rasul maka output yangdihasilkan seperti zaman Rasul juga, termasuk guru.
Jumat, 19/12/2014

Friday, December 19, 2014

Suka Benci "Sekularisme"


Secara harfiah sekuler diartikan sebagai pemisahan agama dengan kehiidupan (Faasludin anil Hayat). Pemahaman sekuler muncul bersamaan dengan revolusi Prancis dan Inggris serta negara Eropa lain. Kondisi ini akibat pengekangan pihak gereja saat abad pertengahan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, sebut saja Claudius Ptomeleus yang dihukum gantung karena mengemukakan teori geosentris atau Galileo Galileo yang dibakar karena menyebut bumi bulat.

Pemahan sekuler nyatanya telah membawa masyarakat Eropa pada peradaban gemilang. Penjauhan kitab suci terhadap kehidupan menjadikan kezumudan berpikir masyrakat Eropa hilang. Mereka bebas bereksperi dalam segala bidang baik sains maupun seni. Bahkan adab masyarakat Eropa pun berubah drastis. Karakter orang Eropa menjadi sangat Individualis. Ditambah dengan beberapa teori yang mendukung kesekuleran ini, seperti Darwinisme.

Pengajaran akan sekularisme ini dibuka melalui gerbang pendidikan. Cirinya pengajaran agama dipisahkan dengan pengjaran ilmu pengetahuan. Bahkan dibeberapa sekolah Eropa tidak ada pengajaran agama, karena dianggap sebagai masalah individu saja, bukan masalah masyarakat apalagi Negara.

Pemahaman ini pun berkembang ke wilayah lain, seperti Amerika, Asia Timur, dan Australia. Kemudian masuk Dunia Islam lewat pengadopsian pendidikan ala Eropa—kurikulum. Jika diruntut melalui sejarah, saat akhir pemerintahan Khilafah Utsmani pada abad sembilan belas ke duapuluh telah masuk pemahaman ini.  Hal ini diakibatkan para pemimpin Turki termasuk Sultan Abdul Hamid II silau dengan kemajuan Eropa. Padahal secara tidak langsung meruntuhkan Khilafah itu sendiri di kemudian hari. Salah satu Syaikh Turki yang mengkritik tajam pendidikan Turki Utsmani saat itu, Baiduzzaman said  Nursi mengatakan, “Turki Utsmani telah mengandung janin Eropa yang sebentar lagi tumbuh”. Pada 3 Maret 1924, peristiwa itu terjadi, yaitu runtuhnya sistem islam—khilafah—oleh Young Turk yang dimotori oleh Mustafa Kemal Attaturk. Dia adalah salah satu mantan tentara dan berdarah Yahudi serta lalim dalam agama. Hingga saat ini, Turki masih mengadopsi sistem pendidikan sekuler dan kita bisa lihat, kebangkitan tidak terjadi di masyrakat Turki. Malah menjadi Negara Preferi Eropa. Ironi.

Begitu pun dengan kita, Indonesia. Pendidikan yang konon katanya sebagai solusi untuk memperbaiki nasib bangsa, dan kita tahu sendiri para akademi atau siapapaun yang sadar benci dengan sekularisme. Tapi yang diherankan, kenapa kita selalu mengacu pada pendidikan luar, seperti Amerika dan Eropa? Padahal mereka bertabiat sekuler. Dunia pendidikan pun dihiasi dengan berbagai macam teori yang dinisbatkan dengan pendidikan ala barat. Ironi. Sekarang, dampaknya semakin nyata, bangsa tidak maju-maju, malah doa di sekolah pun mempunyai regulasi, mengekang. Pergerakan agama dimata-matai dan dipermasalahkan: Remaja Masjid/Rohis. Malah kita tabu berbicara agama dalam ilmu umum. Padahal agama tanpa ilmu pincang dan ilmu tanpa agama buta.

Pembudidayaan pendidikan sekuler yang telah muncul dari sejak merdekanya bangsa ini bagai menernak ular di sawah dengan banyak tikus. Mengembang dan tumbuh subur. Sampai pada kalanya mereka berani menghujat peraturan Tuhan dengan berbagai Teori dan Kebijakan. Dunia ilmu pengetahuan kontradiktif dengan ilmu agama. Berbagai teori sesat diajarkan pada bangsa ini, seperti Evolusi Darwin yang menganggap manusia dari Kera.

Kita tidak menyadari, bahwa kemunduran islam selama ini akibat menjauhnya umat islam, terkhusus bangsa ini dari Al-Qur’an. Perdana Inggris Pernah berkata “Kita tidak akan bisa menghancurkan islam selama umatnya tidak jauh dari Al-Quran, maka jauhkanlah mereka dengan Al-Quran”.


Hal ini harus dilakukan pembaharuan secara menyeluruh terhadap sistem yang ada. Pendidikan sebagai komoditi yang tak ternilai harganya harus direvitalisasi. Mungkin beberapa pihak juga sudah sadar, namun sulitnya referensi sistem pendidikan islam itu seperti apa dan bagaimana? Kemudian cara mencampurkan ilmu umum dan islam bagaimana? Inilah polemik dan menjadi tantangan kita. Kita harus berani belajar dari sejarah tanpa pilah-pilah. Kita harus berani mencari kebenaran seberapapun pahitnya. Semoga Allah mempermudah perjuangan orang-orang yang menegakan kebenaran, karena kita tahu, kebenaran tidaklah bermuka dua. Wallahualam bii shawab.

Sunday, December 14, 2014

Menunggu


Kita mafhum, menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Apalagi menunggu sesuatu yang gamang—belum pasti—yang membuat kita bertanya, apakah itu datang atau tidak? Apakah itu nyata atau tidak?

Ketika menunggu itu, rasa gusar akan hinggap. Cemas serta emosi naik turun. Dentak jantung semakin cepat melebihi gerak detik jam. Detik berlalu semakin lama. Mata tak tega kalau tak melihat jam, yang menempel ditangan atau di handphone.

Begitu luarbiasanya menunggu. Menyisihkan waktu dan tenaga. Pekerjaan sulit memang bagi yang tak memiliki kesabaran.

Kadang menunggu melebihi rasionalitas kita, misal menunggu awan mendung di malam hari, menunggu hujan di musim kemarau, atau sekedar menunggu balasan dari sebuah pesan pendek. Tak dapat dihiraukan lagi, menunggu merupakan rutinitas yang menjadi “kewajibaban”.

Ketika menunggu hanyalah angan-angan kosong, maka kekecewaan pasti akan datang. Apalagi janji buta dengan perkataan, “Insya Allah saya datang, ditunggu saja”. Padahal sudah mengucapkan insya Allah, yang berarti datang kalau tidak ada halangan. Eh pada nyatanya, kata insya Allah tanda ketidakdatangan: ingkar janji. Tapi, tak semua orang seperti itu. Banyak juga yang mengucapkan insya Allah sesuai dengan makna kata itu.

Dengan alasan seperti itu. Menunggu merupakan lukisan rasa cinta dan kasih terhadap seseorang. Dan bila seseorang yang kita tunggu tak kunjung tiba, maka bersabarlah.

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu. Maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri”. (ath-Thur: 48)


Kata terakhir. Jangan biarkan orang menunggu, karena menunggu itu melelahkan. Dan bila kita menunggu, maka bersabarlah karena akan melatih emosi kita.

Tuesday, December 9, 2014

Kiat Memilih Calon Suami


Sebenarnya saya agak tidak pantas menulis ini. Namun entah apa ketika saya melihat rak buku, kemudian tanpa sadar saya menarik buku yang berjudul risalah khitabah. Dalam daftar isi buku tersebut, saya tertarik dengan satu sub-bab, yaitu memilih calon suami. Ketertarikan itu muncul disebabkan berbagai pertanyaan yang ada dipikiran saya, dan juga keingintahuan. Karena selama ini, yang saya dengar dari beberapa obrolan, yaitu bagaiman memilih wanita yang baik dan hadisnya pun kita sudah tahu, yang kurang lebih berbunyi “Nikahilah perempuan itu karena empat hal, yaitu karena kecantikannya, karena hartanya, karena keturunannya, dan karena agamanya. Lalu  Rasullulah berpesan agar memilih agamanya”

Rumah tangga ibarat sebuah bahtera yang berlayar di lautan luas: samudra. Dalam pelayaran itu, bahtera pasti dihadang oleh berbagai macam rintangan. gelombang ganas, badai, angin besar, kehilangan arah, dan bertemu dengan bajak laut adalah hal yang pasti dan mungkin terjadi.

Ketika seseorang memutuskan untuk ikut dalam pelayaran. Hal itu juga berarti, ia percaya kepada nahkoda bahtera tersebut. Ia percaya bahwa nahkoda itu akan menghantarkannya pada tujuan. Ia percaya nahkoda itu dapat mengatasi berbagai macam rintangan, seperti badai dan ombak besar. Dan Ia percaya bahwa nahkoda itu cukup bekal dan tahu perjalanan yang harus ditempuh.

Andaikan orang yang naik dalam bahtera salah memilih nahkoda atau nahkodanya tidak sanggup mengatasi berbagai rintangan. Maka kerusakan bahtera itu akan datang dan menghantam, yang membuatnya tidak sanggup sampai tujuan.

Memilih nahkoda adalah hal yang urgen. Tidak bisa asal-asalan, semaunya. Jika seseorang tak mengetahui standar nahkoda yang baik guna mengarungi lautan. Kemudian  ia memilih hanya sekedar “suka”. Maka kemungkina besar bahtera itu tak akan lama berlayan di lautan. Bahtera tidak kuat menahan terjangan ombak dan badai.

Makna yang dapat kita ambil dari analogi ini yaitu, dalam berkeluarga, seorang pemimpin keluarga harus mempunyai bekal (ilmu dan agama) yang baik dan sikap (akhlak) yang mulia, karena tanpa keduanya, godaan, konflik, salah paham, cemduru, dan apapun itu tidak akan teratasi semuprna. Malah bisa jadi konflik itu menganga  hebat yang berakhir pada sebuah perceraian. Sabda Nabi Sallahu alahi Wa Sallam bersabda yang senada dengan hal itu, berbunyi:

“Jika ada seseorang yang mengajukan pinangan kepada (putri) kalian, yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka kawinkanlah ia (dengan putrimu), jika tidak kalian lakukan maka akan terjadi fitnah dan berkembang kerusakan di muka bumi”

Dari hadis tersebut, standar yang ditetapkan Rasullulah dalam memlilih calon suami yaitu agama dan akhlaknya. Walaupun kita tak dapat menafikan harta, paras, dan keturunannya. Namun jangan dijadikan parameter utama dalam memilih. Tetapi hal yang utama adalah akhlak dan agamanya. Bila akhlak dinafikan dan menjadi parameter utamanya adalah materi, paras, dan keturunan. Hal tersebut dapat menyebabkan fitnah dan kerusakan.

Dalam proses memilih calon suami, seorang perempuan beserta walinya haruslah berkomunikasi agar terjadi keridhaan disana. Ketika seorang wali hendak mencarikan jodoh kepada perempuan tersebut, maka wali harus meminta izin terlebih dahulu. Keputusan seseorang diterima atau tidak tergantung kepada perempuannya, walaupun walinya meridhai. Hal ini agar membawa kebaikan kepada keduanya.

Tentu dalam proses itu, perempuan dibolehkan untuk mengetahui siapa calon suaminya, bagaima perangainya, bagaimana agamanya, dan segala hal apapun itu tentang calon suaminya. hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekecewaan pasca pernikahan. Jika ia—perempuan—ridha, ikatlah mereka dalam sebuah pernikahan. Sedangkan jika ia tidak ridha maka cukuplah sampai disini.

Bila seorang wali masih kekeuh dengan parameter keduniaan, sedangkan calon suami tersebut mempunyai akhlak dan agama yang buruk. Apalagi sampai beda agama. Hadis Nabi Saw, “Siapa yang mengawinkan putrinya dengan orang fasik maka ia berarti telah memutuskan tali silaturahmi dengan putrinya”

Disinailah urgensi “memantaskan diri”. Seseorang yang ingin menikah sedangkan ia masih memiliki akhlak dan agama yang buruk. Sebaiknya ia merenovasi diri dengan cara belajar dan bergaul dengan lingkungan yang baik. Karena kita tahu, dalam mengarungi lautan kehidpan dalam bahtera rumah tangga membutuhkan nahkoda yang mengerti dan memahami kondisi yang tercermin dalam akhlak dan agamanya.

Mungkin idealnya, kita—perempuan—memliki suami yang akhlaknya baik, agamanya luar biasa, parasnya tampan, keturunan ningrat, materinya berlimpah. Namun, kita tentu memahami hidup bukanlah sebuah sinetron dan bukanlah sebuah drama.

Kadang dalam memilih calon suami, perempuan dan wali melihat kenampakan fisik. Apakah dia cacat atau tidak. Tak sedikit pula yang menolak pinangan karena kenampakan fisik. Padahal memiliki akhlak mulia dan agama yang taat. Maka sabda Rasullulah,

”....ada seseorang yang bertanya kepada beliau: “Wahai Rasullulah, bagaiman jika (laki-laki) itu mempunyai cacat atau kekurangan?” Rasullulah pun menjawab: “jika datang kepada kalian orang yang baik agama dan akhlaknya maka nikahkanlah ia (dengan putrimu)”. Dan beliau mengulangnya sampai tiga kali.

Sebetulnya akhlak adalah bagian dari agama. Akhlak merupakan sifat untuk mensifati dirinya-seseorang-ketika melakukan sesuatu. Ketika dia mensifati dirinya dengan sifat-sifat yang Allah perintahkan, maka disebut dengan akhlak terpuji. Sedangkan bila mensifati dirinya dengan sifa-sifat yang dilarang oleh Allah disebut dengan akhlak tercela.

Sekarang kita tahu, ukuran dalam memlih calon suami adalah akhlak dan agamanya. walaupun kita tak dapat menutup mata terhadap materi, keturunan, dan paras. Namun jangan dijadikan patokan. Dan semua itu harus didasarkan pada keridhaan, bahwa ia—perempuan—siap dipinang. Hal ini tentu akan lebih baik bila dimusyawarahkan dengan anggota keluarga yang lain, terkhusus Ibu dari perempuan. Dengan hal ini Insya Allah akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT. Wallahua’alam bii shawab.

Wednesday, December 3, 2014

Lucu, Melarang Gaul Bebas dengan Gaul Bebas

Iluastrasi Pacaran
Sudah menjadi masalah lama, gaul bebas dikalang remaja. Kasus pornografi yang mucul di layar televisi makin banyak. Orang yang melakukan ciuman oral dan hubungan badan menjadi hal yang “biasa”. Prilaku tersebut harusnya dapat dilihat dari sebab yang mengakibatkan remaja ini menjadi gaul bebas.

Teori mengatakan jika ada stimulus pasti ada respon. Lalu, apa sebab yang membuat remaja gaul bebas?

Banyak orang yang mengatakan lingkungan menjadi faktor utama yang menyebabkan remaja terjerumus pada gaul bebas ini. Benar. Ada juga yang mengatakan bahwa faktor keluarga menjadi penyebabnya. Keluarga yang broken akan menyebabkan anaknya juga broken. Pendidikan keluarga yang baik akan menghasilkan prilaku anak yang baik, begitu juga sebaliknya. Benar. Ada juga yang mengatakan, itu adalah prilaku turuanan dan sudah menjadi perangai dari orang tuanya. Mungkin juga benar.

Tapi yang patut kita perhatikn. Akibat-akibat itu sebetulnya disebabkan oleh apa. Jadi ada keterkaitan akibat disini. Ketika kita mengatakan lingkungan, keluarga, dan pribadi individu yang menjadi sebabnya. Sadarkah kita, dalam teori sosial, “suatu lingkungan dapat direkayasa dengan mengendalikan sistem”. Imbas dari perekayasaan itu adalah elemen lingkungan berubah. Perubahan itu bisa baik atau buruk tergantung perekayasaannya. Pertanyaan, oleh apa dan siapa lingkungan itu direkayasa?

Perubahan pola berpikir individu dan masyrakat tergantung pada informasi yang dia dan mereka terima. Ketika informasi menjadi opini umum, maka hal salah bisa jadi benar dan benar bisa jadi salah. Tanpa sadar maka setiap persalahan dan kesalahan yang dianggap buruk oleh masyarkat dan agama menjadi suatu hal yang wajar dan biasa, contoh kecilnya berpegangan tangan dengan bukan mahram di khalayak umum.

Ketika pemerintah dengan segala upaya mencegah  aborsi dan HIV AIDS. Tapi disisi lain pemeritah membolehkan secara tersirat melakukan perbuatan mesum. Ambil contoh, ketika dua orang lawan jenis suka sama suka dan melakukan perbuatan tak pantas. Maka tak ada tindakan yang serius dari penegak hukum, pemerintah. Seperti di tempat-tempat pariwisata,hotel, sekitaran kampus, dan tempat lokalisasi umum yang “halal”, karena mendapat perizinan.

Informasi yang mengalir deras dari berbagai media mendokrin remaja  bahwa pacaran, pegangan tangan, bahkan ciuman menjadi hal yang wajar. Setiap malam sinteron menampilkan hal tersebut. Cinta dan percintaan yang didasarkan nafsu menjadi konsumsi sehari-hari ramaja. Lagu-lagu akan kekaguman nafsu pada lawan jenis menjadi irama yang menderu mengisi telinga ramaja. Padahal hal tersebut menjadi stimulus untuk melakukan hal-hal lebih jauh. Selangkah demi selangkah. Ditambah akses pornografi sangat mudah ditemukan di internet, yang kapan saja bisa diakses oleh remaja.

Media menjadi hal yang utama dalam kehidupan ini. Ketika kita ingin mengendalikan orang maka ketahui informasi dan berikan informasi yang ingin kita instalkan. Tak heran jika suatu bangsa membebek kepada bangsa lain akibat dikendalikannya informasi.

Inforamsi yang buruk yang diberikan berulang, seperti film porno atau gambar erotis yang merusak otak, malah menjadi satu bentuk karya seni yang patut dihargai.  Pacaran, model penyaluran fitrah manusia, yang salah kaprah menjadi hal yang wajar jika dilakukan. Padahal keduanya merupakan gerbang gaul bebas yang menimbulkan problematika free sex, hamil dini, aborsi, HIV, dan AIDS.

Dalam kitab suci Al-Quran juga dijelaskan “jangan sekali-kali mendekati zina”. Mendekati saja tidak boleh apa lagi melakukan zina.

Sistem kehidupan dikendalikan yang salah satunya informasi yang di keluarkan oleh media suatu negara. Maka negara yang mengeluarkan informasi yang salah kepada generasi muda, hanya tinggal menunggu waktu kehancuran negara tersebut atau dikendalikan oleh negara lain secara tidak sadar.

Jadi sangat lucu melarang aborsi dan mencegah HIV AIDS, tapi jalan untuk penyebaran penyakit ini dibuka lebar, diobolehkan, sabagian lagi diberi perizinan. Hal ini sepeti melarang gaul bebas dengan gaul bebas. Seharusnya jalan menuju gaul bebas itu diberangus dan diberikan sanksi berat. Media harus diatur kontennya agar informasi yang didapat masyarakat tidak rusak. Masyarakat diberi pencedasan bahwa hal tersebut akan merusak taranan kehidupan, tak hanya memasang spanduk saja di pinggir jalan. Wallahu A'lam Bishawab.

Tuesday, December 2, 2014

Hakikat Cinta

Goresan Cinta
(www.kaskus.co.id)
Bermula dari harapan yang dimiliki setiap orang di muka bumi ini. Harapan adalah prakara aneh. Karena dengan harapan, orang dapat memacu dalam mengerjakan sesuatu. Dengan harapan pula orang berani mati-matian dalam menyelesaikan segala urusan. Dan terakhir harapan itu sering disandingkan dengan cinta.

Harapan pada cinta. Hal yang berkecambuk pada diri manusia, khusunya bagi mereka yang sering galau. Apalagi para remaja yang menginjak masa puber yang keingintahuan tentang cinta begitu tinggi.

Cinta hinggap pada setiap diri manusia terlepas itu normal atau tidak. Cinta berkaitan dengan suka dan kesukaan.  Cinta dapat membuat gila dan sebaliknya, orang gila bisa normal karena cinta. Begitu ajaibnya cinta. Cinta dapat merubah orang menjadi baik luar biasa dan cinta dapat merubah orang menjadi bejad tak tekaruan. Dan sebenarnya dimanakah cinta itu?

Cinta tak dapat terlepas dari rasa. Sebuah rasa akan kerinduan lama kelamaan akan berubah menjadi cinta. Sayang di jaman sekarang, cinta mendekati hakikat kontor, dengan suatu etika yang bertanggung jawab, pada keserakahan yang memuaskan harapan.

Padahal cinta adalah sesuatu yang agung yang harusnya disandingkan dengan keagunganNya. Cinta harusnya juga disandingkan dengan kecintaan kepadaNya.

Penafsiran cinta menjadi salah kaprah. Ketika birahi sedang memuncak maka dilabeli cinta. Ketika sahwat sedang meninggi maka dilabeli dengan kerinduan. Ketika berduan maka dilabeli dengan proses cinta. Begitu rendahkah arti cinta?

Sayang, nafsu syaitan belaka yang menaungi cinta pada mereka yang berdusta akan cinta. Mereka juga membuat cinta menjadi alibi yang ampuh untuk melakukan perzinahan.

Cinta menjadi nista yang berlumur dosa. Hanya dengan dalil cinta banyak orang yang rela melepaskan kesuciannnya. Dengan dalil cinta mereka rela disentuh oleh tangan-tangan jahanam. Dengan dalil cinta mereka rela diperlakukan bagai bintang. Dan dengan cinta mereka saling melepas keingatan akan Tuhannya.
Cinta yang hanya disandarkan pada keinginan semu. Mereka terjelembab pada ruang yang dipenuhi dengan “cinta” kemunafikan. Pada keindahan fatmorgana. Pada jurang yang dalam. Pada nyanyian yang merdu yang membuat pilu.

Setiap orang pantas mencinta dan dincintai. Karena kita ciptaanNya yang ditugaskan untuk saling melengkapi. Kita makhluk kecil dengan sejuta cinta yang diberikanNya. Maka gantungkan dan sadarkan cinta KepadaNya. Supaya kita tak tertipu dengan keindahan syahwat yang berkedok cinta. Pada kekejian yang bemuka kasih sayang. 

Ketika cinta tumbuh,pilihlah cinta dengan ukuran dan aturan yang telah ditetapkan olehNya. Ketika kau tak mampu menahan kerinduan, sampaikanlah kerinduan kepadaNya. Dan ketika kau tak mampu menahan cinta bergejolak, maka puasalah, karena puasa dapat melepaskan gejolak cinta: syahwat.

Maka kita hanya mampu berlindung KepadaNya dengan segala cinta yang mengalun dalam doa-doa di setiap shalat. Di setiap ibadah kepadaNya. Dan setiap waktu selama umur kita tersisa. 

Friday, November 28, 2014

BBM Naik, Ini solusi Islam

“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumput, air dan api” (HR Abu Dawud dan Ahmad)
kita sudah tahu sejak SD konon Indonesia adalah negara kaya raya. Negara yang kaya dengan sumber daya alam, negara yang kaya dengan budayanya, dan negara yang kaya dengan kemiskinannya. Kata “bukan lautan tapi kolam susu”, yang temaktum dalam lagu ciptaan Koes Plus adalah pengakuan kekaguman akan banyaknya kekayaan alam. Namun, diatas semua kekayaan itu, apakah kita sudah merasakan “kaya”?

Pemerintah saat ini terlihat kelabakan. Dengan dalih menyelamatkan anggaran negara, maka BBM dinaikan. “Cuma dua ribu rupiah” kata RI satu itu. Sontak rakyat menjerit karena merasa terdzolomi oleh pemimpin yang merakyat tapi menyusahkan rakyat. Demo-demo ramai menolak kenaikan BBM oleh berbagai elemen masyarakat. Lucunya, penetapan kenaikan harga BBM itu dilakukan tengah malam dan disiarkan di layar televisi. Kenapa tidak siang saja? Kenapa tidak di depan rakyat banyak seperti persta rakyat? Ataukah  bapak RI satu ini takut rakyat?

Aksi Tolak Harga BBM Naik
(Solopos.com)
Pertanyaanya, bukankah kita negara kaya raya yang  semua ada, termasuk di dalamnya minyak bumi. Pertamina sebagai perusahaan negara pun masih diragukan kemampuannya untuk mengeksploitasi kekayaan alam indonesia di bidang MIGAS, dengan alasan teknologi dan sumber daya manusianya masih rendah. Tapi sebenarnya bukan tidak mampu, namun tidak diberikan kesempatan dan kepercayaan secara penuh oleh pemerintah untuk menggarap kekayaan ini. 

Perusahaan asing malah bercokol banyak di Indonesia. Sebut saja Chevron, yang membuat heboh belakangan ini, karena akan membeli sebuah gunung di Jawa Barat, Gunung Ceremai. Chevron merupakan salah satu perusahan ekplorasi dan eksploitasi minyak yang terbesar di dunia. Chevron berasal dari negara adikuasa, Amerika Serikat. Ditambah perusahaan asing yang lain, seperti British Petroleum, Exon Mobile, Petro China, Petronas, dan lain-lain. Dengan tenangnya mereka mengeruk dan merampok kekayaan alam yang ada di negara kita, Indonesia.

Masuknya  perusahaan asing ke Indonesia  merupakan sebuah Investasi, kata pemerintah. Kurangnya  budget APBN untuk mengolah sumber daya alam menjadi alasan yang seolah rasional. Hal ini juga diuangkan oleh Presiden Jokowi ketika presentasi di depan para pengusaha dan penguasa asing di G-20 di Australia.

“You Know, Our Budget is Limited, We invite You come to Indonesia to Invest...”

Investasi memang sangat penting, tapi investasi bukan menggandaikan dan menjual sumber daya alam kepada asing yang dengan bebas dimiliki dan digarapnya. Sehingga keuntungan dari sumber daya itu dinikmati dan dibawa oleh asing ke negara asalnya.

Sebetulnya, bukan hanya kurang modal, tapi liberalisasi ekonomi yang memobilisasi asing untuk mengambil barang berharga di negara ini. Liberalisasi yang mengizinkan kepemilikan umum—salah satunya minyak bumi—yang harusnya diolah untuk rakyat sebesar-besarnya. Bukankah dalam undang-undang dasar, Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat?

Dari semua permasalahan itu, solusi yang patut digulirkan adalah kembali kepada akidah kita sebenar-benarnya: Islam. Kita tentu paham Islam diturunkan bukan untuk umat muslim saja, tapi untuk seluruh mansuia, rahmatan lil alamin.

Islam adalah agama yang komperenship, mengatur seluruh aspek kehidupan mulai dari masuk WC sampai pemerintahan.  Islam adalah sebuah pandangan hidup (way of life) yang berasal dari nilai-nilai ke-Tuhanan, yang mana Tuhan mengetahui apa yang terbaik untuk ciptaan-Nya.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: ‘Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)’, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (An-Nisa`: 150-151)

Menuntaskan problem ini bukan hanya mengganti perorangan saja. Karena kita tahu liberal adalah suatu sistem ekonomi dari kapitalis yang menitik beratkan kepada kebebasan Individu. Sistem adalah seperangkat yang terkait membentuk suatu jaringan. Ketika satu benda atau jaringan dalam sistem itu lumpuh, maka akan berpengaruh kepada jaringan yang lain. Hal ini bisa kita analogikan pada tubuh kita, ketika tangan kita terluka, anggota tubuh yang lain pun merasakannya, merasa sakit.

Untuk itu, sistem ekonomi islam harus ditegakan. Hal ini bukanlah menyulut keberagaman, tapi inilah jalan yang terbaik yang harus diambil. Jika masih ragu mengenai sistem ekonomi islam, pernah belajar atau mengetahui sejarah islam? Dimana pada jaman Khalifah Mu’tasim Billah tidak ada orang yang pantas menerima zakat yang mana negara saat itu bernama Khilafah Islam.


Mungkin ketidak tahuanlah dan keengganan untuk ingin tahu menjadikan sistem ekonomi islam ini terbatas pada aspek keuangan, yang disebut dengan banks syariah. Padahal lebih dari itu islam mengatur segalanya. Mengatur hal-hal yang belum tentu diatur dalam sistem lain. jadi, solusi islam untuk kenaikan BBM adalah kembali pada Islam itu sendiri. Wallahu A'lam Bishawab.

Ini Akibat Terlalu Banyak Tidur?

sumber:
(ramadan.metrotvnews.com)
Mungkin bahaya terlalu banyak tidur tidak akan dirasakan oleh orang-orang yang sibuk beraktivitas bergelut dalam pekerjaan, sekolah, atau kampus. Tapi, bagiorang-orang yang tidak ada kegiatan atau berleha-leha dalam pekerjaan sehingga terlalu banyak istirahatnya—tidur—maka patut diperhatikan. Selaku anda yang tidak banyak tidur juga harus mengetahui untuk mengingatkan sahabat yang banyak tidur, atau minimalnya untuk pengetahuan diri sendiri.

Tidur memang suatu kebutuhan yang tak dapat dinafikan. Ketika orang menahan untuk tidur dalam jangka lama, seminggu misalnya. Maka hal tersebut mendzolomi tubuh, karena anda ketahui tidur merupakan hak tubuh. Jika tubuh sudah terdzolimi maka berbagai penyakit mudah untuk menyerang atau malah langsung berhadapan dengan kematian. Tak sedikit kasus meninggal dunia karena disebabkan begadang. Namun bila sebaliknya, terlalu banyak tidur apakah mempunyai dampak negatif yang signifikan?

Tentu dalam melakukan segala sesuatu jangan berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan tidaklah baik. Begitu juga dengan tidur. Prilaku banyak tidur ini akbat  minum alkohol, deperesi, minum obat-obatan tertentu atau kelainan tidur, seperti apnea. Banyak tidur merupakan penyaki, yang disebut dengan Hypotermia, dimana seseorang mempunyai durasi tidur lebih panjang daripada orang normal. Bahaya yang tak kalah dari ini, yaitu tidur pagi.

Menurut penelitian ada banyak penyakit yang disebabkan oleh prilaku banyak tidur, yaitu:

A.      Obesitas
Obesitas, salah satu kelebihan berat badan. Menurut penelitian orang yang tidur dalam jangka sepuluh jam akan lebih besar terserang obesitas dibandingkan dengan orang yang hanya tidur kurang dari delapan jam. Tentu hal ini dipengaruhi oleh pola  makan yang tidak teratur, misal sebelum tidur makan terlebih dahulu.

B.      Diabetes
Penyakit  ini tergolong penyakit berbahaya. Penyakit akibat kelebihan gula dalam tubuh. Hal ini tentu , salah satunya, akibat obesitas. Namun tak memungkiri juga orang yang mempunyai berat badan normal dan ia kebanyak tidur, maka penyakit ini berpeluang menyerang orang yang berprilaku seperti itu.

C.      Depresi
Menurut penelitian, sebanyak 15% orang yang mempunyai kebiasaan buruk, kebanyakan tidur. Hal ini menyebabkan mereka depresi. Selama ini anda tahu bahwa depresi disebabkan oleh insomnia. Insomnia adalah salah satu penyimpangan tidur, akibat kurangnya durasi waktu tidur.

D.      Sakit Kepala
Bagi anda yang kelamaan tidur, mungkin ini salah satu yang anda rasakan, sakit kepala. Hal ini disebabkan serotinin terganggu. Anda yang mempunyai kebiasaan begadang mungkin akan merasakan hal ini juga atau bagi anda yang sering melakukan tidur siang sehingga malam tidak tidur pun sama menderita gejala ini.

E.       Penyakit Jantung
Ketika anda terlalu banyak tidur, secara tidak langsung anda menguragi porsi aktivitas anda. maka waktu pengolahan makanan atau zat pada tubuh akan berlangsung pendek dalam kondisi normal. Ketika makanan diolah pada pada saat tidur memungkinkan kolesterol dari makanan itu lebih tinggi daripada biasanya. Hal ini didasari oleh penelitian oleh Nurses Health pada 72.000 wanita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wanita yang tidur lebih lama, yaitu 11 jam mempunyai resiko terkena penyakit jantung 38% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidur hanya delapan jam sehari.

F.       Kematian
Hal ini yang paling mengerikan. Bagi orang yang lebih dari sembilan jam menghabiskan waktu tidur, maka resiko untuk meinggal semakin besar. Memang tidak ada keterkaitan secara langsung, misalnya anda banyak tidur, kemudian mati seketika. Tapi, saat anda banyak tidur  yang akibatnya resiko terserang penyakit menjadi tinggi, maka peluang meninggal akan semakin cepat. Hal ini juga berkaitan dengan umur. Bila anda melakukan pola hidup sehat, kemungkinan besar anda akan berumur lebih panjang dari biasanya. Tapi saat pola hidup buruk maka peluang kematian pun akan lebih dekat.

Memang pada dasarnya kematian adalah hak preogratif Allah, tapi kelakukaan anda juga mempengaruhi akan kematian itu sendiri. Ketika anda suka mengkonsumsi makanan adiktif dan minuman beralkohol setiap hari, kemudian tidur dalam waktu lama, maka peluang kematian pun akan lebih besar.

Durasi terkait dengan waktu tidur setiap orang berbeda-beda. Tapi, pada orang dewasa umumnya  durasi tidur antara  tujuh sampai delapan jam, bahkan ada juga lima jam. Tidur juga dipengaruhi oleh prilaku anda sendiri, saat anda meniatkan tidur lima jam sehari mungkin durasi lima jam itu cukup dengan anda. Jika mematok delapan jam sehari, mungkin itu juga baik buat anda. Hal ini dipangaruhi oleh Habits anda sendiri.

Pada artikel berikutnya akan dijelaskan mengenai baha  tidur pagi , silahkan untuk diklik

Thursday, November 27, 2014

Kenapa tidur pagi berbahaya?

Tidur Pagi
(sidulfis.blogspot.com)
Tidur adalah suatu rutinitas yang perlu dilakukan dan merupakan suatu kebutuhan jasmaniah. Ketika tubuh lelah dan cape seteleh bekerja, untuk menormalkan kembali, maka tidur adalah solusinya. Tidur berguna untuk metabolisme tubuh, agara tubuh kembali menjadi segar dan sel beregenerasi.

Tentu tidur haruslah cukup, kebanyakan tidur akan berbahaya bagi tubuh begitupun dengan kurang tidur. Tidur juga harus memperhatikan waktu, jangan sampai siang dijadikan malam dan malam dijadikan siang. Waktu tidur yang bermanfaat adalah tidur ketika butuh, tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-, dan tidur di waktu siang, pertengahan- setelah Dzuhur dan sebelum ashar-, yang lebih bermanfaat daripada tidur setelah ashar atau setelah subuh.

Bagi orang-orang malas atau suka begadang sampai larut pagi, memungkinkan sering melakukan tidur pagi. Padahal tidur pagi adalah hal yang dibenci Rasullulah, karena pagi hari merupakan waktu tempat untuk melakukan aktifitas, seperti belajar, beribadah, dan mulai bekerja.

Allah Swt, berfirman:
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10).

Hal yang menarik yaitu bangsa Yahudi tidak suka tidur pagi, karena menurut mereka tidur pagi dapat mematikan hati dan membuang-buang waktu. Di pagi hari, bangsa Yahudi melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti mengasah daya ingat, belajar kitab Taurat/Talmud, belajar untuk persiapan sekolah atau kuliah, dan bekerja.

Menurut Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216).

Maksudnya yaitu pagi hari membentuk psikologis yang masih semangat, sedangkan di waktu sore hari sudah mengendur, kurang semangat: cape, lelah, letih, lesu, dll. Maka bila bermalas-malasan di pagi hari, tentu membuat kita tidak optimal menjalani hari. Pagi aja malas, apalagi sore harinya.

Selain itu, tidur di pagi hari dapat mengahalangi pintu rizki. Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah tidur di waktu pagi, sedikit sholat, malas-malasan dan berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378).

Tidur pagi juga dapat meyebabkna resiko badan terserang penyakit meningkat, salah satu melemahkan sahwat. Bagi anda yang sudah menikah tentu akan sangat bahaya, karena dapat merusak keharmonisan rumah tangga.

Dari semua sebab itu, tidur pagi merupakan perbuatan yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Sebagai seorang muslim tentu kita harus menunaikan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Bagi yang suka tidur pagi, yo, kita bersama-sama menahan dan melakukan pada hal yang lebih bermanfaat dan berguna. Hal itu akan bernilai baik di sisi Allah Swt.

Wednesday, November 26, 2014

Jangan Minum Soda, Sebelum Tahu Ini

Macam-macam Minuman Bersoda
Siapa yang tak mengenal soda? Minuman berbusa ini membuat tenggerokan serasa berbuih dan menyebabkan sendawa setelah meminumnya. Tak dapat dipungkiri hampir setiap orang pernah miminum soda, baik itu yang berlabel mahal atau murah.

Ketika udara panas dan gerah, tentu kita menginginkan minuman dingin dan segar, salah satunya minuman soda ini. Apalagi ketika sedang pusing, banyak tekanan pekerjaan atau tugas mata kuliah, atau setelah memakan makanan panas, maka minuman soda ber-es menjadi pilihan tepat.

Menurut Tim peneliti dari University of California, San Fransisco menemukan bahwa mengonsumsi terlalu banyak soda berisiko memperpendek usia seseorang.

Penelitian ini dilakukan terhadap 5.300 orang yang sehat dan tidak memiliki penyakit apapu. Setelah selang lima tahun, terjadi perbedaan antara orang yang mengkonsumsi soda dengan yang tidak mengkonsumsi. Orang yang menkonsumsi minuman bersoda mereka mengalami 4,6 tahun penuan lebih cepat dibandingkan yang tidak mengkonsumsi soda. Hal yang lebih mengejutkan, orang yang mengkonmsi soda 0,2 liter atau 8 ons perhari mengalami penuan 1,9 tahun lebih cepat.

Hal ini disebabkan oleh tolmera yang memendek. Tolmera adalah bagian ujung kromosom sel yang melakukan regenari. Jika tolmera memendek, maka sedikit sel yang melakukan regenerasi, yang akibatnya tubuh cepet menua. Selain itu juga, pemendekan tolmera membuat tubuh beresiko tinggi terserang penyakit dan kematian dini.

"Kami kira kita bisa minum banyak soda asalkan berat badan kita tidak bertambah. Tapi studi ini membuktikan konsumsi soda ternyata dapat mempercepat proses penuaan, tanpa kita sadari. Terlepas ada pengaruhnya pada berat badan atau tidak," kata peneliti Elissa Epel seperti dikutip dari American Journal of Public Health dalam health.detik.com.

Penuaan dini ini terjadi pada orang yang sering atau berlebihan dalam mengkonsumsi minuman bersoda. Pada orang yang hanya sekali atau dua kali dalam satu bulan mungkin akan kurang terasa efek negatifnya. Namun jangan khawatir menurut peneliti Dr Amy Bidwell dari Syracuse University, New York. "Cara mudah untuk mencegah dampak negatif ini adalah dengan melakukan jalan kaki minnimal 12.000 langkah dalam sehari atau setara 9,6 kilometer."

Referensi: